UNTUK AYAH

November 19th, 2008 by davecool182

Suatu ketika, ada seorang anak bertanya kepada
Ayahnya, tatkala tanpa sengaja dia melihat Ayahnya
sedang mengusap wajahnya yang mulai berkerut dengan
badannya yang terbungkuk-bungkuk, disertai suara batukbatuknya.
Anak itu bertanya pada ayahnya: Ayah, mengapa
wajah Ayah kian berkerut dengan badan Ayah yang kian hari
kian terbungkuk?” Demikian pertanyaannya, ketika Ayahnya
sedang santai di beranda. Ayahnya menjawab : “Sebab aku
Laki-laki.” Itulah jawaban Ayahnya. Anak itu berguman : ” Aku
tidak mengerti.”
Dengan kerut-kening karena jawaban Ayahnya membuatnya tercenung rasa penasaran. Ayahnya
hanya tersenyum, lalu dibelainya rambut anak itu, terus menepuk nepuk bahunya, kemudian Ayahnya
mengatakan : “Anakku, kamu memang belum mengerti tentang Laki-laki.” Demikian bisik Ayahnya,
membuat anak itu tambah kebingungan.
Karena penasaran, kemudian anak itu menghampiri Ibunya lalu bertanya : “Ibu mengapa wajah ayah
menjadi berkerut-merut dan badannya kian hari kian terbungkuk? Dan sepertinya Ayah menjadi
demikian tanpa ada keluhan dan rasa sakit?” Ibunya menjawab: “Anakku, jika seorang Laki-laki
yangbenar benar bertanggung jawab terhadap keluarga itu memang akan demikian.” Hanya itu
jawaban Sang Bunda.
suatu malam, anak itu bermimpi. Di dalam mimpi itu seolah-olah dia mendengar suara yang sangat
lembut, namun jelas sekali. Dan kata-kata yang terdengar dengan jelas itu ternyata suatu rangkaian
kalimat sebagai jawaban rasa penasarannya selama ini.
“Saat Ku-ciptakan Laki-laki, aku membuatnya sebagai pemimpin keluarga serta sebagai tiang
penyangga dari bangunan keluarga, dia senantiasa akan menahan setiap ujungnya, agar
keluarganya merasa aman teduh dan terlindungi. “
“Ku-ciptakan bahunya yang kekar & berotot untuk membanting tulang menghidupi seluruh
keluarganya & kegagahannya harus cukup kuat pula untuk melindungi seluruh keluarganya. ”
“Kuberikan kemauan padanya agar selalu berusaha mencari sesuap nasi yang berasal dari tetesan
keringatnya sendiri yang halal dan bersih, agar keluarganya tidak terlantar, walaupun seringkali dia
mendapatkan cercaan dari anak-anaknya. ”
“Kuberikan Keperkasaan & mental baja yang akan membuat dirinya pantang menyerah, demi
keluarganya dia merelakan kulitnya tersengat panasnya matahari, demi keluarganya dia merelakan
badannya basah kuyup kedinginan karena tersiram hujan dan hembusan angin, dia relakan tenaga
perkasanya terkuras demi keluarganya & yang selalu dia ingat, adalah disaat semua orang menanti
kedatangannya dengan mengharapkan hasil dari jerih payahnya.”
“Kuberikan kesabaran, ketekunan serta keuletan yang akan membuat dirinya selalu berusaha
merawat & membimbing keluarganya tanpa adanya keluh kesah, walaupun disetiap perjalanan
hidupnya keletihan dan kesakitan kerap kali menyerangnya. ”
“Kuberikan perasaan keras dan gigih untuk berusaha berjuang demi mencintai & mengasihi
keluarganya, didalam kondisi & situasi apapun juga, walaupun tidaklah jarang anak-anaknya melukai
perasaannya melukai hatinya. Padahal perasaannya itu pula yang telah memberikan perlindungan
rasa aman pada saat dimana anak-anaknya tertidur lelap. Serta sentuhan perasaannya itulah yang
memberikan kenyamanan bila saat dia sedang menepuk-nepuk bahu anak anaknya agar selalu saling
menyayangi & mengasihi sesama saudara.”
“Kuberikan kebijaksanaan & kemampuan padanya untuk memberikan pengetahuan padanya untuk
memberikan pengetahuan & menyadarkan, bahwa Istri yang baik adalah Istri yang setia terhadap
Suaminya, Istri yang baik adalah Istri yang senantiasa menemani & bersama-sama menghadapi
perjalanan hidup baik suka maupun duka, walaupun seringkali kebijaksanaannya itu akan menguji
setiap kesetiaan yang diberikan kepada Istri, agar tetap berdiri, bertahan, sejajar & saling melengkapi
serta saling menyayangi.”
“Kuberikan kerutan diwajahnya agar menjadi bukti bahwa laki-laki itu senantiasa berusaha sekuat
daya pikirnya untuk mencari & menemukan cara agar keluarganya bisa hidup di dalam keluarga
bahagia & BADANNYA YANG TERBUNGKUK agar dapat membuktikan, bahwa sebagai laki-laki yang
bertanggung jawab terhadap seluruh keluarganya, senantiasa berusaha mencurahkan sekuat tenaga
serta segenap perasaannya, kekuatannya, keuletannya demi kelangsungan hidup keluarganya. ”
“Kuberikan kepada laki-laki tanggung jawab penuh sebagai Pemimpin keluarga, sebagaitTiang
penyangga, agar dapat dipergunakan dengan sebaik baiknya. Dan hanya inilah kelebihan yang
dimiliki oleh laki-laki, walaupun sebenarnya tanggung jawab ini adalah Amanah di Dunia & Akhirat.”
Terbangun anak itu, dan segera dia berlari, berlutut & berdoa hingga menjelang subuh. Setelah itu dia
hampiri bilik Ayahnya yang sedang berdoa, ketika Ayahnya berdiri anak itu merengkuh dan mencium
telapak tangan Ayanya. ” AKU MENDENGAR & MERASAKAN BEBANMU, AYAH.”
untuk semua Ayah…

AKAN KUKALAHKAN KAU MUKA BEMO!!!

October 27th, 2008 by davecool182

kemarin, hujan rintik - rintik membasahi bumi pertiwi, pertiwi lalu membantu ibunya menyelamatkan cuciannya(loh… cut cut… kok jadi ngejayus begini). Maksud gue, disini kemarin hujan… deres, membuat gue manyun dan menyalakan YM ingin menanyakan seputar game online RF yang sedang error kepada rekan sesama OB warnet, si adi, penjaga gamezone di malang.
“Di, RF e udah bisa tah?”
“sik eror keknya mas”
“owght…”
“eh mas, piye? koe wes oleh pacar ta hurung?”
“hah?(kaget 1/2 koit ditanya ginian) durung, lapo mange?”
“masa kalah sama muka bemo kayak aku”
“-_______________________________-”

ya ela sebegitunya, dibanding - bandingin ma muka bemo, kalo gue kalah sama muka bemo brati gue apa dong, muka becak? muka gerobak? apa muka pedati? tidaaaaaaakkk, gue harus menclirkan ini semua, mulai saat ini gw akan lebih berusaha dalam hal pergebetan…. nasib gue semua berawal saat sekolah dulu, saat gue sempet terkungkung oleh dogma - dogma sesat itu….

JANGAN YANG GEDHE!!!
temen gue bernama ***(maap disensor) selalu menyarankan gue supaya mencari cewek yang ideal. Gue pun menentukan target - target yang akan jadi sasaran,(standard lah pilihan gue, yang smart, cakep, sama nyambung, sempet gue berpikir apa perlu gue cari pacar putri konglomerat juragan lem aja ya, kan nyambung tuh) sayangnya dari sasaran yang gue pilih, temen gue langsung mewanti - wanti….
“PIT, jangan yang ini… yang ini dadanya gedhe, pasti udah pernah dipegangin sama cwok2nya yang dulu!, lagi pula kalo yang gedhe2 ga pantes sama kamu yang kecil2, bisa2 kamu dijadiin tusuk giginya!!!” *yang trakir lebay deh
GUE MUNDUR dan mencoret nama target itu

JANGAN YANG PINTER
berhubung gue rada sedikit terbelakang dalam hal pemikiran, gue pengennya bergaul sama - sama orang pinter, sapa tau pinternya bisa nular ke gue. Pernah gue sempet suka sama cewek rajin kutubuku, pinter, juara kelas. ketika gue ngobrol..
“pit kamu tahu itu?
“hah? apa? ga tahu!!”
“kalo itu, kamu tahu?”
“ga tahu juga”
“kamu tahu gak sih”
“cukup…… gue TEMPE!!!” *gak ding
ternyata emang level kita berbeda… cwek itu level 99,99 gue level -1

JANGAN SUKA YANG GAK GANTI……
pernah gue melihat temen berkelahi dengan cweknya… gue pun berinisiatip bertanya
“ada apa bro? knapa berkelahi?”
“biasa…”
“oh jadi berkelahi itu biasa?”
“gara2 cwe gw ga ganti pembalut”
“hah?”
ini pernyataan gue denger di siang bolong banget. kayak ada petir nyamber.2 gitu deh ternyata orang pacaran sampe ngurusin pembalut cweknya juga toh….. waaaaaaahhh sampe segitunya?? gue yang belum punya cwek aja belum gimana bisa tahu, tu cwek suka ganti pembalut apa kaga… masa belom resmi gue udah tanya
“eh kamu suka ganti pembalut gak?”
“PLAKKK”
bisa2 cap lima jari ada di pipi bakpao gue…

JANGAN YANG CANTIK SEKALI
“pit jangan cari cewek yang cantik banget!”
“kenapa?”
“cewek cantik itu susah dipuaskan!”
“kalo gw mampu ya gapapa dong!”
“emang kamu mampu”
“ga tau juga sih”
“ya elah, bayangkan, kamu harus nganterin dia ke salon, beliin make up macem2, belom lagi nganterin jadi tukang ojek kemana2, bawaannya suka ngomel2, cerewet!!!”
gue bergidik….

INTINYA dari DOGMA2 itu adalah
“PIT, lu jangan cari cwek dah, cari cwo saja, lu pantesnya jadi HOMO”
“KAMPRET!!!!!!!!! gue NORMAL!!!”
“mana buktinya!!!”
gue membisu….

kenapa gue membisu, karena gue sering banget diragukan kecowokannya….

Pas gue kecil
Gue tumbuh menjadi cwok super mellow, cengeng sekali dan hobi mengeluarkan air mata, bukan air mata buaya, tapi air mata kepedihan… pas klas 3 SD, sekolah mengadakan reboisasi sekolah, semua murid disuruh membawa pot yang ada tanamannya untuk menghijaukan sekolah, saat itu gue malam2 baru bilang bapak. Sialnya pada malam hari semua penjual kembang tutup, tinggal sebuah toko penjual kembang campur alat kebersihan, mereka hanya menjual pohon kaktus… gue diejek di sekolahan karena mengumpulkan pohon bantet, ga keren… dan GUE MENANGIS…
“pit, kamu cwo apaan sih, diejek gitu aja nangis, CEWEK LO!!!”

Pas Gue SMP
ada pelajaran olahraga, waktu itu tes lompat jauh, berhubung semalam hujan, tanah agak lembab, Bak lompat jauh yang penuh pasir pun menggunduk. Semua anak cwok bergantian mencangkul tu pasir supaya rata, dan enak dibuat landasan. PAs bagian gue mencangkul…
“ceep……..”(suara cangkul nancep pasir)
“uuukkkkk”(suara gue ga kuat ngangkat cangkul)
“uuuuuuukkkkkkkkk”(bener2 ga kuat ngangkat cangkul)
Guru gue hanya bilang….
“udah kamu duduk aja sama anak2 cewek sana!!!”

Pas gue SMA
Gue punya temen deket cewek dari kecil, namanya bunga, kami bertetangga. Anaknya cakep dan rajin berdandan. Sayangnya sikapnya yang gemulai gak dipraktekkin ke gue, kalo sama gue dia jadi masa bodo gitu… pernah gue nyelonong masuk kamarnya, ngambil buku eh tu anak nyelonong masuk abis mandi, ganti baju sekonyong - konyong, untung gue gak mimisan…. eh pas gue tereak… tu anak bukannya takut malah bilang…
“halah diliat dapit saja, gapapa wes”
“bunga, GUE COWOK!!!!”

Sedih juga mengingat masa - masa itu… namun semua mitos keraguan itu terpecahkan saat gue berhasil mendapat gebetan, setelah menunggu selama 22 tahun 5 bulan 15 hari… yah meskipun sekarang uda bubaran, tuh gue buktiin, bahwa gue NORMAL!!!! AWAS KAU MUKA BEMO, AKAN KUKALAHKAN DIRIMU!!!!

KONDANGAN

October 26th, 2008 by davecool182

Hari ini gue dateng ke kondangan lo? (ih norak, gitu aja pake dipamerin dan diposting - posting sagala pit). Eitss, bentar dulu pemirsa, jangan asal ngejudge dan asal ngebokis(bokis paan sih artinya asal tulis nih), Ini kondangan bukan sembarang kondangan, Ini postingan bukan sembarang postingan, ini kondangan temen gue dimana temen gue itu adalah mak comblang gue dengan cewek gue yang dulu. Intinya setelah lama ga bertemu, gue bakalan face to face dengan cewek gue yang dulu, yang dulu sempet gue jahatin, ketika janjian sering gue tinggal pulang, ketika janjian gue malah ngeloyor pulang(ni anak hobi ngaret sih, alasan klasik gue ga betah nunggu), sampe udahan dengan kondisi yang ngegantung(perasaan gue bukan monyet yg suka gantung2 di puhun deh). Bodo ah dengan penganten, makanan enak, kondangan dan tetek bengeknya(woittss… sampe menyangkut tetek segala).

Terjaga jam 1/2 5 pagi, setelah terlelap pada pukul 3 dinihari disebabkan tidak bisa tidur karena memperbaiki komputer yang terkena virus(tepatnya gue ga bisa tidur karena nerves paginya bakalan ketemu cewek saya yang dahulu). Bangun tidur gue disuruh mama belanja, padahal itu mata uda merah menyala(lho kok jadi nyanyi lagu “ga nyambung” nya Orrie). Gue bisa tertidur setelah mendapat pengantar tidur 3 buku hasil pemberian mpok Dina(RADIKUSMAKAN KAKUS, KUMPULAN BLOG ALOY, MUKA MARKETPLACE BOY). makasih buat paketannya. kembali ke adegan bangun tidur, gue langsung nyiapin peralatan untuk bepergian. Maklum acara kondangan ada di kota laen, 1 1/2 jam dari rumah.

jam 1/2 7 gue berangkat sendirian, udara masih dingin berkabut karena kota gue adalah kota pegunungan, terasa banget dinginnya. MElewati jalan - jalan menanjak yang sebelumnya belum pernah gue lewatin, jalan menurun terjal dan jalan berkelok - kelok.(itu jalur setan… kampret, tangan gue sempet kram buat nahan gas dengan motor terkentut - kentut). Untunglah jalur barus ebagian uda jadi, bentuknya agak landai memudahkan seorang newbie driver begajulan dengan SIM tembakan sekelas gue untuk menguasai medan. Kanan kiri kulihat jurang menganga, sekan memanggil gue untuk terjun di dalamnya, dengan pemandangan yang sangat biutipul, pak tani, bu tani, mereka sibuk mengurus sawahnya, acuh ga acuh ada orang ganteng lewat pake motor butut. Dan adegan paling berbahaya adalah, mengerem di jalan yang menurun ampir 70 derajat, karena motor gue jelek bunyinya, membuat semua orang menatap sinis…. itu motor apa curut sih? pertanyaan yang bahkan orang selepel gue yang kece ga bisa menjawab dengan jujur.

sampailah gue seorang cupu teritori di sebuah tempat yang belum pernah gue jamah… bernama karanganyar… gue sms si eko HM, anak MP penjaga warnet, dan ternyata dia ga bales.. kamfret, gue nyalain HP ternyata dia baru bales(ternyata HP gue mati sodara2). si eko pun memberi tahu lokasi beliau ada di BUK SIWALUH(nama yang aneh, pikiran gw mungkin itu semacam tempat pijat urat ato pusat jamu gendong). si eko bilangnya mau jemput(gue manja gitu logh)setelah gue nyasar di sebuah taman asing ga keren, yang ada patung UNTA di pinggirnya(apa coba). gue pun berinisiatip bertanya kepada creep(istilah warga setempat di game DOTA).
“pak, nderek tanglet, panggen naminipun BUK SIWALUH niku pundi gih?”
(pak mau tanya, tampat namanya buk siwaluh itu ada dimana?)
“oh mpun celak dik, niki sampean ngilen mawon”
(udah dekat dik, ini kamu ke barat saja”
“Oooohhhh Suwun pakk” (sok ngerti)
(makasih pak)
“sami - sami dik” (tuh kan org aja ngakui gw masih imut2, dipanggil adik lo)
(sama - sama dik)
gue menyalakan mesin motor, menarik gas…. ga ada 100 meter gue berhenti, baru sadar gue ga tahu, mana barat, mana timur, mana selatan dan mana utara. Gue menatap matahari, ah itu pasti timur, dan gue pun mengikuti jejak biksu tong mencari kitab suci ke barat. beberapa menit kemudian anything happens lagi, GUE KESASAR LAGI karena di kota banyak jalan satu arah. TERKUTUKLAH PENCESTUS JALAN SATU ARAH *sotoy. bikin gue muter2 kaya komedi puter di lokalisasi yang sama. beruntunglah gue ada HP, gue bisa sms temen2 bahwa GUE KESASAR(aneh tapi bangga, dan suka membuat orang panik).
sms dari temen2
mpok enok “nah lo nah lo”
mila “buset, ati2 mas banyak monster(mungkin yang dia maksud adalah polisi)”
nurma “trz gmn?”
eko “aku lagi tangi turu je”
mas arwin “apanya taman pancasila(dan gue ga tahu taman pancasila itu apa dan dimana)”

Menunggu adalah hal yang paling menyebalkan setela ga bisa pup 3 hari 3 malam. berhubung eko ga dateng2, dan mas arwin uda menelepon jadilah gue berangkat ke kondangan bersama mas arwin(temen gue mirc an dulu). kami pun bersalaman, karena udah bertahun2 ga ketemu(tepatnya 1 tahunan). kami berdua berangkat dengan kecepatan tinggi, jam 1/2 9 kami sudah sampai di depan pintu masuk ke rumah temen yang kondangan. kami disuruh menunggu beberapa teman lain yang belum tiba. 1 jam menunggu, duduk di trotoar dengan sepeda motor butut, persis seperti tukang ojek nungguin penumpang, bikin betis varises. 1 jam kemudian kami berkumpul, dan naik ke pelaminan(tidak se ekstrim itu). kami hanya bersalaman dan memberikan amplop kepada pengantin. dan temen gue yang jadi pengantin, yang cewek, MAKE UP NYA TEBEL DAN SEREM, KEK MAYAT.

Setelah memberi selamat kami segera berpamitan. (yah ternyata gitu doang kakakaka, udah dibelain taruhan nyawa bepergian melewati jalan berjurang dan berbatu). karena di acara tadi dikasi makanan berdaging, gue menolaknya, akhirnya gue minta dicariin tempat makan sama temen gue, si mila beserta suaminya, jatuhlah pilihan di sebuah warung KUPAT TAHU enak dan murah(paling demen nih) gue berasa obat nyamuk elektrik yang ga di cas, mereka mesra2an, gue, sendirian di pojokan menggigit gigit helm. cewek gue yang dulu?? ketemu sebentar di acara kondangan, ngobrol sebentar, duduk berdampingan, akhirnya gue relakan dia pergi, karena tadi dia datang bersama cwo yang gue ga kenal, dan dia ga kenalin -.-!. karena cewek gue yang dulu lama sekali di acara kondangan itu, gue ngeloyor pulang, berpamitan lewat sms, dan bertarung dengan kerasnya jalanan. nyampe rumah, perut mules(kupat tahunya kebanyakan sambel keknya) dan kuping BUDHEG gara2 ngebut di jalan pegunungan.

DRESS CODE gue :
celana ga jeans item, jacket adidas orisinil beli di cakar + sepatu futsal
oke itu ga pantes, ketahuan dah ga pernah jadi undangan :P

LOVES MAKER

October 26th, 2008 by davecool182

Run away and play your games
Hide her well so I can’t find you
I’ll wait for summer to come
Then laugh as the trees burn down around you
Your body was just a test for me
And if I run as fast as I can
The thought of your memory
Will catch up with me, Will catch up with me

I’m always late with my words
(we tried so hard, we tried so hard)
I should’ve told you, but I never really cared
(you always mislead me) [x2]

You always got the worst
It’s ashame that you’re still lying broken here
In this moment, everything just seems so clear
(because)
And her body was just a test for me
And if I run as fast as I can
The thought of your memory
Will catch up with me, Will catch up with me

I’m always late with my words
(we tried so hard, we tried so hard)
I should’ve told you, but I never really cared
(you always mislead me)
I’m always late with my words
(we tried so hard, we tried so hard)
I should’ve told you, but I never really cared at all

When summer passes, I’ll let go
(I’ll let go)
And if you don’t feel me, then just dig yourself out
And when summer passes, let me know so I can find meaning to live

Cause I’m always late with my words
(we tried so hard, we tried so hard)
I should’ve told you, but I never really cared
(you always mislead me)
I’m always late with my words
(we tried so hard, we tried so hard)
I should’ve told you, but I never really cared at all

(All)
No, I never really cared at all
(All)
You always got the worst of me

lagu yang sering gw kupingin akhir2 ini….

gw yang selalu terlambat….

Setan di Masjid

October 26th, 2008 by davecool182

Masjid adalah rumah tuhan. Jadi bisa dipastikan masjid bakalan aman dari yang namanya setan. Tapi apa yang gue alamin bener - bener nyata, ada setan di masjid. Saat itu gue lagi tinggal di Surabaya, sebagai pemuda ga jelas, hanya lontang - lantung kesana untuk kursus, kerja paruh waktu dan hang out ke toko buku terdekat, menyobek sampul dan baca buku gratisan. Akankah selamanya gue akan seperti ini? gue berpikir berulang kali, karena merasa menyesal hanya menghabiskan hari - hari dengan hal yang membosankan seperti ini.

Hasrat gue menggebu - nggebu untuk mengetahui segala hal yang terjadi di dunia , makanya gue hobi nonton acara dunia satwa di tivi(ga nyambung ya). Seperti ingin meneliti sesuatu, gue pun mencari - cari obyek apa yang akan gue jadikan untuk penelitian. Sudah banyak penelitian dilakukan, mulai dari penelitian mencari benda purbakala, penelitian kandungan makanan, dan lain - lain. Berhubung berada di sebuah kota besar, yaitu Surabaya gue ingin melakukan sesuatu yang beda, yang ekstrim, yang menantang, dan gue berkesimpulan akan meneliti anak jalanan di Surabaya. Memang penelitian ini berdasar atas iseng. Gue pengen sekali dari dulu berada di posisi orang laen, entah kenapa. Sendainya gue jadi kamu, seandainya gue jadi dia, bagaimana rasanya? Sekalian bernostalgia karena di kota kecil gue dulu, banyak temen gue yang jadi pengamen dan sebagainya. Perasaan ingin menjadi orang laen itu normal.

Hari pertama gue dateng ke terminal, dan gue bingung harus mulai dari mana. Insting gue sebagai pencari uang berjalan, ah mungkin gue harus jadi pedagang seperti yang laen - laennya, membaur dengan mereka. Setelah gue ngitung duit, gue hanya punya modal untuk berjualan air mineral. Air mineral gue masukkan dalam kantung kresek item gedhe,.Ternyata menjadi pedagang pemula itu ga mudah, gue mendapat banyak terror dari pedagang lama, tempat - tempat seperti sudah di kapling. Setiap gue mau nawarin dagangan selalu diusir. Ternyata permainan kotor seperti ini sudah ada di level pedagang asongan. Jangan heran, namanya juga demi uang, orang - orang rela saling gontok - gontokkan, walaupun dengan rekan. Gue merasa down, lalu turun dari sebuah bis kota, menuju sebuah warung untuk membeli sarapan.
“mas kalo jualan, pake wadah, biar dagangannya keliatan?”
“gapapa kok mas, saya cuma coba - coba!”
“lho, bukan dagang kek yang laen?”
“bukan, cuma pengen saja hehe!”
“pantes pakaiannya beda, ga lusuh!”
Kami pun berkenalan, dia bernama andi, seorang pengamen bis kota yang masih muda, sekitar 25 tahunan. dia sudah lumayan terkenal di terminal sejuta angkot ini. Terbukti dari beberapa pedagang dan pengamen yang bertegur sapa dengannya.
“Mas boleh ikut sampeyan ndak?”
“hah?”
“nemenin ngamen gitu”
“tapi duitnya ntar?”
“ga usah mas, duitnya buat mas saja, saya cuma pengen ngikut saja!”
“besok aja ya! pake baju biasa aja, haha masa baju pengamen lebih bagus daripada yang kasi duit”
“oooo… ”
Gue mengangguk - angguk, lama gue ngobrol dengan Andi. Sampai si Andi pamit karena bis yang ngetem akan berangkat, kesempatan dia untuk merengguk rupiah.

Besoknya gue dateng lagi ke terminal, ternyata si Andi ga ada di warung seperti kemaren. yah gue pun kecewa, mungkin tu orang bohong. gue tunggu ampe siang belum dateng juga, berhubung hari ini libur kursus gue bebas maen ampe sore(menghabiskan waktu bengong di warung kopi sampai sore adalah hal bodoh). Rada sorean si Andi ternyata nongol juga,
‘Sorry bro…. abis ngamen keliling tadi mah”
“ealah………”
“rokok bro….”
“ga… saya ga ngrokok…”
Si andi mengebulkan asap rokok di muka gue. Kami pun terlibat percakapan kembali. Bukan, bukan untuk PDKT, hanya percakapan biasa tentang asal usul dan percakapan sepasang cowok normal biasa. Si Andi mengajak gue menyusuri jalanan, bertemu teman - temannya. Hari - hari berikutnya kami pun semakin dekat, kami pun bertunangan (ya gak lah). Gue kenal dengan banyak anak jalanan. Mulai dari penjual koran, pengamen, sampai pencopet. Pernah gue kecopetan ga ada 20 menit dompet gue kembali… WOW MAGIC. ternyata yang nyopet temen si Andi.

Suatu malam gue pengen menghabiskan malam bersama temen jalanan gue, pengen rasanya tidur di emperan jalan, ato di terminal gitu hahahaha, gue sudah gila kali ya, sudah dapet tempat tidur yang empuk malah pengen tidur di belantara. Sebelum kami mencari tempat tidur (ternyata temen gue ga punya tempat tinggal tetap..OMG) temen gue mau nyari tambahan duit dengan mengamen lagi. karena gue harus ke masjid untuk sholat magrib, si Andi pamit entah kemana gitu.. dan balik ke masjid si Andi dalam keadaan MABOK…taek!!!! sekarang gue harus menghabiskan malam dengan seorang pemuda bertampang ANGKER, GEMBEL dan MABOK. ga mabok - mabok amat tapi bau mulutnya SANGAT NAGA. meskipun mabok itu ga menyurutkan niat temen gue buat mengais rupiah, ni anak ga sadar NGAMEN DI DEPAN sebuah RESTO FASTFOOD…. kali ini gue ga mau nemenin dia, anjir ni temen gue malu - maluin banget, MABOK nyanyinya kacau…… sampai seorang satpam datang menghampiri si Andi
“Mas - mas dilarang ngamen disini mengganggu pengunjung”
“biar lagunya selese napa!!” temen gue dalam keadaan mabok sempet melawan
“maap mas ga bisa, mas harus angkat kaki dari sini”
Si Andi ngotot ampe satpamnya takut hahahahahaha…. gila!!! orang mabok nyanyi Piterpen. gue hanya ketawa dari kejauhan.

Malam telah larut, gue dan Andi udah seperti sepasang gembel ga bertuan. melewati jalanan diponegoro yang dipenuhi wanita - wanita penjaja malam. Ngeri juga, dan malam ini semakin mencekam. Berhubung Andi kasian sama gue, ni anak mengajak gue supaya tidur di masjid saja. Ah ide bagus, daripada tidur di emperan toko. Meskipun 2 tempat itu sama - sama banyak nyamuk penghisap darahnya. Tanpa paksaan, dan Si Andi pake baca dongeng, tanpa alas, tanpa pelukan hangat, mata ini terpejam. Sungguh gue baru menjalani hari yang berat, keliling kota untuk mengamen. Gue tertidur dalam keadaan damai. sampai suatu teriakan membangunkan gue dan Andi.

“ASTAGFIRULLAH, SETAAAAAAAAAANNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNN”
gue mendengar suara2, mata gue terbuka sejenak, melihat ke sekeliling, tampak warna keputihan menggerumbul berjalan pelan… gue dan Andi ikut - ikutan tereak
“SETAAAAAAAAAAAAANNNNNNNNNNNNNNNNNNN’
ternyata sudah shubuh, Buset. bikin gue kaget aja dan suara teriakan tadi adalah suara sekumpulan ibu - ibu bermukena yang mau sholat shubuh berjamaah di masjid yang terkejut melihat 2 onggok makhluk halus gembel berpose terlentang tanpa dosa. SETAN ITU GUE DAN ANDI.

FISIKA PHOBIA

October 7th, 2008 by davecool182

Gue lagi seneng, lebih tepatnya gue sumringah membaca berita di surat kabar beberapa hari kemarin, Timnas Fisika Indonesia mendapat peringkat terbaik ke 2 sedunia setelah China, di Olimpiade Fisika 2008 yang diselenggarakan di Hanoi Vietnam. Bahkan salah satu Peserta dari tim Indonesia berhasil menempati yang terbaik dengan mendapat nilai akumulasi tertinggi dan mendapatkan medali emas. Untuk kemampuan fisika siswa – siswi wakil dari Indonesia ternyata cukup diperhitungkan di seluruh dunia. Sungguh hanya kata salut yang bisa gue ucapkan kepada mereka, hanya pembalut yang bisa gue lemparkan ke muka gue sendiri.

Yth, Ibu Endang Prihatin, Bpk. Sirman, Ibu Reni , Bpk. Tedjo, Bpk Agus “tuan takur”. Ini bukan daftar orang – orang yang mendapatkan medali di Olimpiade, tapi orang – orang inilah yang membuat gue menjadi seorang fisika phobia dari jaman SMP sampe jaman SMA. Yup, guru fisika selalu berkesan killer di sekolahan, Kalau dilihat dengan lebih seksama dari tampang, mereka lebih pantas untuk jadi bintang iklan layanan kesehatan, karena dengan tampang yang meyakinkan pasti pesan – pesan tersebut akan lebih mudah disampaikan. Kalau ga botak kek profesor ya berambut sedikit acak karena terlalu sering ngacak – ngacak rambut buat nyelesein soal – soal fisika termutakhir. Fisika yang berkaitan dengan rumus dan angka membuat sebiji otak di kepala gue kek diisi komedi puter, bikin pusing tujuh kencing.

Ibu endang mengawali kisah sedih gue di malam minggu sejak kelas 1 SMP. Malam minggu yang seharusnya gue manfaatin buat nyari gebetan dan melancarkan serangan gerilya kepada kaum hawa, malah kebanyakan gue gunakan untuk mengerjakan tugas – tugas dari beliau. Sayangnya meskipun gue dibebani tugas – tugas yang bejibun ga ada satupun yang gue kerjakan. Kemampuan gue yang naik turun kek ember timba membuat gue hanya bisa menjawab soal, menjawab soal lagi dan lagi – lagi menjawab soal tanpa menulis jawaban sama sekali. Setiap ada pelajaran beliau, siswa yang ga ngerjain PR pasti disuruh mengerjakan PR dengan tiarap dan duduk di lantai. Lantainya kotor karena yang piket pada malas menyapu. Pertama – tama gue berontak, bertekad suatu saat gue harus bebas dari hukuman ini, tapi di dalam kesempitan pasti ada kesempatan, ya kesempatan buat gue ngintipin apa yang ada di dalam rok siswa cewek. Apakah hitam putih, Atau merah kuning kelabu, merah muda dan biru, meletus balon hijau Dor. Parahnya kelakuan nakal gue ketahuan sama Bapak, ternyata Ibu Endang satu komplotan sama Bapak gue.

Bapak Sirman mengisi edisi kelabu dunia perfisikaan gue di kelas 2 SMP. Pertama gue denger namanya langsung gue samain dengan kartun TVRI, Kapten Sirman dan kera – kera angkasa. Gue hepi, dalam sekejap lalu diteror sama Nur Fajri dengan jurus kungfu, temen gue yang ternyata anak dari Bapak Sirman. Bapak Sirman bergaya cowboy, punya pemantik korek di sepatunya. Dengan menjentikkan jari dia bisa menirukan suara pistol. Setiap beliau mengajar pasti suasana duel face to face antara cowboy dengan penjahat pencuri brankas. Super tegang. Ga ada yang berani ngomong, ga ada yang berani tidur, apalagi berani goyang Asereje. Contoh korban utama dari Bapak Sirman adalah gue. Beliau selalu menunjuk ketua kelas untuk mengerjakan soal di papan tulis, berhubung jumlah soal lebih dari satu, ketua kelas diperbolehkan membawa asisten untuk menemani mengerjakan soal –soal tersebut. Si Ajiz ketua kelas, sahabat karib gue, sialnya selalu nunjuk gue. Si ajiz lancar mengerjakan soal, sedangkan gue sibuk wiridan pake jari. Gue ambil kapur tulis, gue bikin coret-coretan kecil di papan tulis, gue garuk – garuk rambut, gue ngelirik Ajiz, dia cuek bebek, Keluarlah senjata pamungkas gue, senjata pengawuran. Gue tulis soalnya gue kaliin itu, gue bagi 2, ketemu deh hasilnya. Gue langsung balik ke tempat duduk.
“oiiiiiiiiittttttttt, siapa yang nyuruh kamu duduk”
“ga ada pak”
“mang itu sudah bener, kalo belum bener ga boleh duduk.”
“iya pak… bener(bener – bener ngawur)”
Gue ditendang, gue ngeliat bawah eh gue ditampol, gue liat atas gue kena tendangan maut lagi dengan telak. Tripple attack combo. Mungkin bapak Sirman punya bakat mentalis yang pinter mengalihkan perhatian.

Transformasi ke SMA, fisika tetap menjadi momok yang menakutkan bagi gue. Guru fisika Ibu Reni wali kelas gue sendiri. Ga segan – segan mendaratkan jeweran di kuping dan cubitan perut, beruntung gue ga punya lemak berlebih di perut, jadi gue ga merasa kesakitan seperti teman – teman gue yang laen. Bapak Tejo dan Bapak Agus sama – sama kaku dalam mengajar. Meskipun tidak sehoror guru – guru SMP, gue tetep malas belajar fisika. Daripada belajar fisika mending gue belajar masak, cooking with love. Sistem ujian nasional yang berubah format menjadi 3 mata pelajaran doang, membuat gue semakin yakin berkata “Goodbye my darling, goodbye fisika”. Buku – buku tebel yang jadi santapan gue sehari – hari untuk mengejar ketertinggalan pelajaran fisika gue jadiin bantal, kalau perlu gue ilerin sekalian. Lulus SMA gue ngerasa bebas dari sangkar berduri. Gue mutasi ke Surabaya, disana gue ketemu sama yang namanya Pak Yoyok, yang mau nerima gue kerja di tempatnya, padahal gue ga punya keahlian apa – apa. Pak Yoyok menawari gue untuk jadi guru les keponakannya yang kesulitan belajar fisika. Gue mengiyakan dengan setengah hati. “Masya Allah” gue dapat murid yang cakep2. OMG terpujilah fisika. I loph yuh fisika. Gue benar – benar menikmati menjadi guru les privat Nanda dan Debrina, murid2 les gue di Surabaya. Perkenalkan gue, GTD, Great Teacher Dapitzuka. Bukan, gue bukan guru cabul kek onizuka..

Sayang gue ga betah tinggal di Surabaya, Gue mudik, nganggur lagi, sampai ada tawaran dari temen gue si Nana.
“Pit sekarang kamu kerja dimana?”
“nganggur, cuma sampingan jualan voucher!”
“Mau ngelesi adik gue kagak?”
“Hah? Apah?”
”Iya ngelesin adik gue.”
“Adik kamuh?” Si Nana memperkenalkana diknya si winda.
“Cantik adik kamu ya daripada kamu..” Nana mengeluarkan cubitan seribu derita.

Meskipun gue ga jago – jago amat, meskipun kadang ngerjain soal – soal ga ketemu jawabannya, Murid gue lebih jago, beberapa murid gue enjoy tuh. Fisika kalau dipelajari dengan riang menjadi mudah dan menyenangkan. Berkat fisika gue tahu rasanya menjadi guru, menjadi kakak yang baek, yang mau nemenin dan bantuin adik – adiknya yang lagi belajar, Menjadi teman yang baek untuk di ajak diskusi tanpa menjudge itu salah atau benar. Fenomena yang sekarang sangat jarang gue temui di sekitar, sebuah kehangatan ruang tamu yang disulap menjadi tempat belajar. Bukan ruang tamu yang dijadikan sebagai ajang perkelahian dan ajang perdebatan kekerasan dalam rumah tangga.

ASBAK BAJAKAN

October 7th, 2008 by davecool182

Ibu Sudarwati guru seni rupa dari kejauhan keluar dari ruang guru, berjalan pelan menuju ruang kelas kami. Dengan jarak pandang seperti ini nampak kilau cemerlang gigi beliau. Kami sekelas tidak silau karena sudah siap sedia sebuah kacamata hitam anti gores. Entah tugas aneh apa yang beliau akan berikan kepada kami. Pelajaran seni rupa seakan cuma jadi ajang buang2 duit, Ibu guru saja ga bisa memberi contoh bagaimana muridnya bisa praktek berkarya dengan benar. Makanya ga jarang banyak murid yang membeli karya jadi lalu dikumpulkan, supaya mendapat nilai yang bagus. Kalau diliat dengan kasat mata, sudah jelas mana yang hasil karya muridnya, mana hasil karya pedagang kaki lima. Tetapi tetap saja, Yang keliatan jelek dapat nilai jelek, yang keliatan bagus dapat nilai bagus, ini ga adil, keadilan ini harus ditegakkan. Keorisinilan karya harus dihargai. Gue meradang. Radang tenggorokan.

Akhir – akhir ini pembajakan merajalela, Banyak yang merasa dirugikan oleh kelakuan para pembajak. Orang lebih memilih membeli barang bajakan karena harganya lebih murah. Tapi Kasian juga para seniman yang sudah bersusah payah menghasilkan suatu karya. Mereka tidak mendapat timbal balik dari karya – karya yang dibajaknya itu, bahkan beberapa seniman menjadi malas untuk berkarya hanya karena takut karyanya akan dibajak. Pembajakan memang menyengsarakan, tapi gue pernah terselamatkan oleh tindakan pembajakan yang gue lakuin terhadap temen gue si Dani, seorang temen bermata satu, karena mata sebelah kirinya terkena bor saat dia membantu ayahnya di bengkel.

Ibu Sudarwati masuk kelas, suasana kelas hiruk pikuk. Ibu guru yang kurang tegas tidak bisa menghentikan laju kelincahan kami. Beliau hanya menulis di papan, memberi tugas, mengumpulkan kerajinan berbahan baku tanah liat? Semua murid histeris, lalu hiruk pikuk kembali. Ngobrol sana, ngobrol sini pada ngobyek pembuatan kerajinan tangan dari tanah liat itu. Gue? Mau cari dimana tanah liat? Rumah gue di kota. Gue pun melego teman yang rumahnya pedesaan, ternyata dia sudah banyak pesanan dari temen2 gue yang lain.

Pulang ke rumah dengan lesu. Gue masih mikirin tugas pelajaran seni rupa tadi. Ucapan salam keluar dari mulut imut gue pelan, jawaban nyaring keluar dari ruang depan. Pembantu gue lagi menyapu, gue langsung meringis najong, gue bukan sedang ingin bercinta. Pembantu gue sudah tua renta, ga tau ya kalo pembantu gue kek artis sinetron yang di tipi2, mungkin hasrat ingin bercinta gue membabi buta. Pembantu gue kan dari desa, gue minta tolong supaya besok dibawain tanah liat. Pembantu gue mengiyakan. Yes, gue berhasil.

Besoknya pas pelajaran seni rupa gue dengan sombong membawa sekantung kresek tanah liat. Ternyata temen gue banyak yang ga bawa, gue tersenyum menang, rasain lo bakalan dihukum kamu pada. Kemarin temen2 yang pada nolak2 gue, sekarang baik2in gue supaya dia bisa minta tanah liat sebagian. Semua pada berebutan oleh2 dari gue. Berhubung gue lagi dermawan gue bagi2in tuh tanah liat, gue salah perhitungan. Tanah liat yang gue bagi2 ternyata banyak disalah gunakan, sialan, ada yang dibikin bentuk titit, ketika ditanya Ibu guru dia mengaku sedang membuat bentuk peluru kendali. Ada yang tanah liatnya buat ngerjain temennya, ngotorin dinding, bahkan ada yang make tanah liatnya buat luluran. Ibu guru murka, dia mencari biang kerok di balik semua kekacauan ini.
“Siapa yang membawa tanah liat?”
Semua murid berteriak kompak
“DAPIIIIIIIIIIIIIIIITTTTTTTTT”
Gue jadi kambing hitam. Langsung gue pegang idung, masih mancung, gue pegang tangan, masih sepasang, gue pegang badan masih belum berbulu, gue cium ketek masih wangi parfum. Hore gue masih manusia!! Bukan saatnya untuk senang, Ibu Sudarwati menyetrap gue sambil menyindir,
“lihatlah akibat perbuatan kamu”
Gue diperlihatkan keadaan kelas sat itu, Dengan mata terbuka gue melihat… ancur, kotor, Hirosima dan Nagasaki di bom atom sekutu pun kalah ancurnya sama kelas gue. Berantakan banget. Kenapa gue yang disalahkan. Apa salah gue? Gak fer gak fer.

Gara – gara kejadian tersebut, gue jadi malas membawa tanah liat ke sekolah, padahal gue pengen belajar tehnik membuat benda dari tanah liat. Tehnik memilin, memijat, dan membentuk tanah liat sambil membayangkan gue lagi mijet bule di kuta Bali. Niru adegan di pelem Ghost, bikin kerajinan tanah liat bareng Demi Moore. Tanah liat yang dibawa pembantu gue dari desa ga pernah gue sentuh, Gue give up dan tanah liat itu menjadi seonggok kotoran binatang purba. 2 Minggu gue ga ngelakuin apa2, Besok tanggal terakhir buat ngumpulin tugas seni rupa. Gue sengaja ga ngumpulin, karena ada beberapa temen yang kompakan buat ga ngumpulin. Tapi semua berkhianat, mereka diem2 sudah menyiapkan hasil karyanya. Jadi tinggal ngumpulin doang. dan gue ga yakin itu semua hasil karya mereka sendiri.

Ibu Sudarwati mengeluarkan memoriam dashyat, bagi yang tidak mengumpulkan tugas tidak akan mendapat nilai dalam pelajaran seni rupa, berarti nilai kosong, alamat gue ga naek kelas. Gue kalap, gue yang tadinya santai2 jadi panik, temen gue ada yang sudah keluar nilainya. Bagus2, ada yang bikin asbak dari tanah liat ada yang bikin patung, obat nyamuk juga ada.

Sampai rumah gue ngadep tanah liat yang sudah mengeras, gue kocorin aer, masih keras, gue pukul2, masih keras, gue gigit pake gigi taring akhirnya lembek. Gue pukul2, gue bentuk jadi adonan. Bingung mo bikin apa. Apa gue bikin patung ular saja ya? Kan gampang, ato bikin bola dunia, jadi tinggal buletin tuh adonan. Tapi gue gengsi, masa anak SMP ngerjain tugas hasinyal kek buatan anak TK. Gue teringat opa punya aspak dari seng, Akhirnya gue nyetak asbak. Lapisin asbak pake plastik, masukin tanah liat, keluarin, jadi deh. Gue bangga, hasilnya keren, asbak paling keren, beda sama punya temen2 gue, kalo punya temen asbaknya bunder, punya gue asbak segitiga, gue nyebutnya asbak kancut. Tinggal menjemur asbak gue, syalala hatiku berbunga – bunga. Tapi langit ga bersahabat, mendung banget, gue ga yakin asbak itu kering.

Besoknya, asbak kancut belom kering juga, Mau gimana lagi, ini hari terakhir. Gue bawa asbak itu ke sekolah, gue pamerin2, asbak kancut orisinil tanpa cat dan pestisida. Bel istirahat berbunyi, gue lari menuju toilet karena kebelet pipis. Gue balik ke kelas, duduk di bangku.
“Klek”
“Eh kamu denger sesuatu gak?” gue penasaran.
“gak ada apa2 tuh”
“Kres kres kres” Dari suaranya terdengar gurih dan renyah banget.
Ya Amplop!!! Gue ndudukin kantung kresek, di dalam kresek itu ada….. asbak kancut gue, asbak kancut gue ancur. Ancur lebur, tinggal puing2 reruntuhan dan bongkahan kecil kejayaan asbak kancut gue. Pengen menangis nanah ketika hasil susah payah gue ancur kek gini. Ibu Sudarwati mengabsen kami satu persatu sambil meminta kami untuk ngasi liat hasil karya kami untuk dinilai. Gue? Mati suri. Nama gue dipanggil, gue hanya menjawab, belum siap karena masih dijemur. Pengennya gue ngumpulin besok2. Ibu Sudarwati ngacir meninggalkan pesan bahwa pengumpulan terakhir jam pulang sekolah. Gue kaya odong – odong, muter – muter membentuk lingkaran. Sampai akhirnya gue pinter, gue deketin Dani, temen gue yang karyanya udah dinilai sama ibu guru. Gue merayu Dani supaya mau meminjamkan asbaknya buat gue kumpulin. Dani takut ketahuan ibu guru, bisa – bisa dia ikutan kena gamprat. Gue ngeyakinin Dani dengan sepenuh jiwa raga. Dani pun melunak dan menerima cinta gue. Bukan, dia merelakan asbaknya.

Gue segera bergerak cepat, setelah membajak asbak Dani gue cari tipe X dan mewarnai tuh asbak pake tipe X sekenanya, pengennya malah gue cat pake cat kutek temen, tapi dia ga mau kasih pinjam. Gue kasih nama asbak hasil modifikasi dadakan itu, Berlari ke ruang guru, Gue serahin dan selamatlah nilai seni rupa di raport. Dapet 7. Lumayan……….

ADA PENCURI

October 6th, 2008 by davecool182

Ada pencuri kabel telpon dan listrik yang ntar dijual kiloan
ada pencuri rel kereta api negara kita yang nasibnya mengenaskan
ada pencuri jemuran, dari baju luar ampe daleman
ada pencuri uang rakyat dan ga mau disalahkan
ada pencuri dana bantuan bencan alam yang bilangnya utk uang macam -macam
ada pencuri sendal pas jumatan, dituker dengan sendal murahan
ada pencuri sayuran pas tau sayuran lagi mahal dan langka di pasaran
ada pencuri memory dan hardisk komputer sekolah yang mau dijual grosiran
ada pencuri motor di parkiran dan tukang parkirnya bengong kek ga ada kejadian
ada pencuri hape di perempatan yang entah bisa maen hape ato cm butuh modal buat judian
ada pencuri rumah pas yg punya rumah lagi liburan
ada pencuri alat pendeteksi gempa di bromo yg kurang ajar beneran
ada pencuri baju di mall mall dan swalayan, kebanyakan karena kepepet kebutuhan
ada pencuri tape mobil ko ga mobilnya sekalian
ada pencuri taneman yang dulu sempet ngetren harganya jutaan
ada pencuri kayu hutan yang bikin kita jadi kebanjiran
ada pencuri ikan yang maunya pake ngebom bikin pencemaran
ada pencuri patung antik padahal udah dimusiumkan
ada pencuri gigi palsu yang bahannya dari emas 24 karatan
ada pencuri dompet yang beraksi dengan sindikatnya di jalanan

hanya ada yang kurang
wahai pencuri hati…dimana dirimu?? *halah wahahahahah

KURELAKAN UPIL INI UNTUKMU

October 5th, 2008 by davecool182

Cewek… Manusia paling complicated di dunia gue. Dari kecil gue sudah bermasalah dengan makhluk halus yang satu ini. Lingkungan sekitar rumah kebanyakan cewek, ga heran temen gue pas kecil cewek semua, beda dengan keadaan yang sekarang, temen cewek gue sedikit, membuat prosentase gue mendapat gebetan menjadi kecil. Dulu, gue selalu ada cara untuk cari perhatian sama temen cewek. Sewaktu TK misalnya, Gue pernah pake sepatu lampu lampu yang menyala, berkedip – kedip di kegelapan, biar dikata keren, jadi bahan pembicaraan temen - temen cewek gue. Tiap gue jalan sepatu menyala….
“Wow dapit keren… ada mercusuar di sepatunyah”
Gue diem membisu karena dulu ga tahu apa artinya mercusuar.
Bakat gue pinter menggambar, lalu menawarkan jasa menggambar ke temen, apalagi temen cewek. Pas gue kasih hasil jadinya…
“Dapit ini gambar kuda atau babi hutan?”
padahal niat gue mau ngegambar pegasus.

Temen cewek SD gue banyak yang cakep lho. Ada si Siti yang sekarang jadi guru TK, ada si Retno calon dokter gigi, Ada Si Bunga yang sudah beranak satu, Ada Selly juragan supermarket, Si Yuli kribo yang sekarang rebonding jadi mirip ineke kusherawati. Pas SD gue bener – bener ga napsu deket – deket sama cewek. Bukannya ga napsu sih, tapi cewek masuk daptar ke nomor kesekian kebutuhan hidup gue. Belum ada tanda – tanda monyet merasuk di dalam tubuh gue, Cinta monyet pun tak kudapat, apalagi Cinta Laura. Lagipula temen SD sudah seperti keluarga sendiri, 6 tahun bersama, ada yang pernah pipis di kelas, ada yang pernah menangis di kelas, Ga keren ah pacaran sama keluarga sendiri, ga ada tantangannya. Intinya pas SD gue ga laku.

Gue menikmati masa SD gue dengan normal tanpa karbitan. Kelakuan abnormal gue pas SD cuma nonton pelem Prancis rame - rame di rumah temen gue yang pasang antena parabola. Lagipula saat itu, gue masih tergila – gila abis sama Dhea ananda dan Maisy, presenter lincah acara musik di tipi. Berhubung gue masih kecil, menggilai Dhea Ananda dan Maisy ga bakalan dicap pedhofil.

Takut, itulah alasan gue kenapa jarang bersinggungan dengan cewek. Gue tumbuh dengan sifat yang cengeng, bukannya jadi pelindung temen temen cewe, gue malah sering merepotkan mereka. Temen cewek gue kebanyakan mempunyai kekuatan berlebih dalam hal nyerocos alias cerewet minta ampun. Kalau gue ngobrol bisa di overlap. Gue ngomong a dia sudah m, gua ngomong b eh dia sudah abcde. Mereka pake mobil formula, gue pake becak roda 2. Tidak terkejar. Beberapa cara sudah gue lakuin untuk mempermulus jalan gue mendekati seorang cewek. Mulai dari baca komik ataupun lihat tipi. Gue liat tipi acara airwolf dan beverly hills 90210, ga baca teks terjemahannya, gue cuma liat gambarnya doang. Ternyata, ga efektif sama sekali…..

Jaman berubah, pergaulan bebas semakin luas, Gue terkena imbasnya. Gue yang sudah beranjak dewasa diambang bau tanah, akhirnya sunat setelah dikomporin temen yang udah sunat duluan. Saat SMP banyak temen yang sudah gebet sana – gebet sini. Gerakan mereka cepet banget. Ada yang lewat depan, ada yang lewat belakang. Ada yang diem – diem ada yang terang – terangan. Ketika gue masih pake strategi kuno 5-3-2 mereka sudah memakai taktik modern 4-3-1-2. Kalau kalah cepat bisa – bisa ga kebagian. Apalagi cewek yang masuk sebagai idola sekolahan, wah pasti banyak yang mengincarnya. Berhubung gue ga punya modal yang memadai, gue akhirnya meneruskan kebekuan gue sama makhluk bernama cewek di jaman sekolahan. Bibit – bibit nakal pun mulai tumbuh di tubuh gue, padahal gue ga rajin menyiram dan memupuknya. Ga ada gebetan ngelaba pun jadi. Ga ada yang komplit does book, batangan pun jadi (semboyan pas temen gue ngajakin beli hape).

Tapi ternyata ga semua temen cewek gue bisa diajak ngelaba. Memang semua cewek berasal dari pabrik yang berbeda – beda. Punya tongkrongan dan karakter yang berbeda – beda pula. Kebanyakan temen cewek gue baek – baek dan ramah. Mereka selalu mau gue ajak ngobrol, cuma sering banget menolak pas gue ajak pipis bareng. Ngobrol tentang apa saja, mulai dari acara tipi kemarin, ngobrolin gosip, ngobrolin guru, bahkan ngobrolin nomor togel yang akan keluar besok. Cewek tipe seperti ini biasanya berpenampilan rada tomboi, dandan minimalis, suka olahraga dan bentuk tubuhnya segitiga sembarang. Biasanya mereka juga jomblo, bukan karena mereka ga laku, tapi mereka menikmati masa – masa sekolah dengan menjalin pertemanan dan belum mikirin pacaran.

Ada cewek yang menganggap dirinya ratu untouchable. Penampilannya oke, selalu bawa cermin kemana – mana. Bawaaannya pengen ngaca mulu, masih belom yakin kalo dia mirip sama simpanse. Ni cewek jijik kali ya lihat muka gue, ngerasa ngelihat puhun pakis haji. Ga penting banget bergaul dengan orang – orang yang tidak sekasta dan ga selevel dengan mereka. Mereka sengaja menjauh dari gue biar ga kesetrum, takut chemistry antara kita bakalan nyambung. Melihat mereka menjauh, gue ikutan menjauh, kutub magnet yang sama bila dipertemukan akan saling tolak menolak. Ga selamanya gue menjauh. Gue pengen ngerjain nih cewek. Ga hanya gue doang yang ternyata sebel sama ni cewek. Bukannya gue maksa mau temenan, tapi sikap mereka sepertinya sudah kelewatan…. cinta ditolak, orang jail bertindak.

Gue punya ide maksiat. Hobi ngupil tiba – tiba memberi berkah. Upil itu tidak gue jual kiloan, tetapi gue tembakkan dengan jitu ke rambut cewek tadi. Cewek itu diem, gue tembakin 1 upil lagi, cewek itu diem lagi, akhirnya gue keterusan. Mulai saat itu tiap ada cewek yang rese, gue tembakin upil di rambutnya. Kurelakan upil ini untukmu sayang, gue ikhlas. Jangan salahkan gue bila cewek itu nyisir rambut maka beberapa benda asing akan berjatuhan, itu bukan ketombe, itu bukan buah duku, itu juga bukan asteroid dari planet krypton. Itu UPIL gue, baby…..

TEORI DAPITGHORAS

October 5th, 2008 by davecool182

setelah saia timbang - timbang pake timbangan beras
setelah saia adakan riset dan penelitian yang tidak valid
saia pikirkan dengan alam bawah sadar saia

saia lamunkan dengan setengah matang,
dengan ini saia simpulkan :

ORANG ASING jadi TEMAN > SUSAH SUSAH GAMPANG
TEMAN jadi ORANG ASING > GAMPANG
MUSUH jadi TEMAN > SUSAH
TEMAN jadi MUSUH > GAMPANG
TEMAN JADI TEMAN BAIK > GAMPANG
TEMAN BAIK jadi TEMAN > SUSAH SUSAH GAMPANG
TEMAN JADI PACAR > SUSAH SUSAH GAMPANG
PACAR JADI TEMAN > GAMPANG GAMPANG SUSAH
MUSUH JADI PACAR > SUSAH
PACAR JADI MUSUH > GAMPANG

dan berdasarkan hitung - menghitung di atas
saia ambil kesimpulan yang ga mutu

bagi saia,

CARI TEMAN itu SUSAH
CARI MUSUH itu GAMPANG

CARI PACAR???? SUSAH MINTA AMPUUUUN DIJEEEEEEIIII

MAAP INI HANYA CURCOL SODARA2

sebelum curcol ini semakin membusuk dan menyebabkan penyakit, jangan dimasukin hati, masukin jantung ato paru2 saja, jangan lupa sebelumnya taruh di dalam  kantung kresek biar ga bocor *semakin ngawur

I WANNA SAY HELLO HEART ACHE!!!